Galeri Foto

Gambar Masih Sample
Gambar Masih Sample

Video Terbaru

           Anak adalah aset bagi orangtua dan juga bangsa. Di tangan mereka masa depan bangsa dan negara. Anak cerdas tentu menjadi dambaan semua orangtua, harapan akan menjadi kebanggaan keluarga dan memajukan bangsa dan negara. Namun kecerdasan bukanlah satu-satunya modal yang dibutuhkan untuk membentuk generasi yang mampu mengemban tugas kepemimpinan bangsa dan negara. Hal penting yang harus tertanam dalam jiwa anak adalah karakter yang baik.

            Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang didalamnya penuh dengan hikmah yang menjadi pedoman dalam kehidupan. Bukan hanya bermakna sebuah perayaan kemenangan dengan berisikan ritual dan kemewahan. Pedoman untuk mentaati Sang Pencipta dan juga peduli pada sesama.

            Membangun dan membekali generasi muda dengan karakter yang baik sudah menjadi kewajiban orang tua baik orang tua di rumah maupun arang tua di sekolah. Pendidikan karakter di sekolah dilakukan dengan mengoptimalkan potensi siswa secara harmonis melalui keseimbangan olah hati (etik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik). Hal tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional sesuai Undang-Undang No. 20 tahun 2003 yang berbunyi: “ Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.”

            Pendidikan juga memiliki fungsi diantaranya adalah mengembangkan kemampuan, membentuk watak, kepribadian agar peserta didik dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Pendidikan tidak hanya diperoleh saat anak berada dalam lingkungan sekolah atau pendidikan formal. Aktivitas sehari-hari dalam kehidupan memberikan pengajaran bagi anak dalam membentuk watak serta kepribadian seorang anak.

            Setiap tanggal 10 Dzulhijah, semua umat Islam merayakan Hari Raya Idul adha dan disunnahkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan kurban. Perintah berkurban terdapat dalam al Quran Surat Al-Kautsar ayat 1 sampai 3 yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.”

Ibadah kurban yang diperintahkan kepada umat Nabi Muhammad  SAW adalah ibadah yang mengacu kepada sejarah kurbannya Nabi Ibrahim  Perintah mengorbankan anak yang dicintainya yakni Nabi Ismail yang kemudian Allah gantikan dengan seekor domba adalah salah satu bukti ketaatan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT. Dalam kisah ini juga ditunjukkan ketaatan seorang anak yakni Nabi Ismail kepada perintah Allah dan kepatuhannya kepada orangtua.

             Ibadah kurban mengandung makna dan hikmah yang luar biasa yaitu, pertama: kurban merupakan totalitas ketakwaan kepada aturan Allah, yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ilsmail, kedua: kurban merupakan sarana peduli dengan sesama yakni dengan berbagi hewan kurban terutama kepada kaum duafa sebagai bentuk ungkapan cinta kepada sesama manusia.

            Sebagai umat muslim, mengajarkan anak untuk memahami arti penting dari sebuah pengorbanan untuk mencapai sesuatu dapat diajarkan melalui peristiwa kurban di Hari Raya Idul Adha. Menanamkan dalam diri anak kerja keras dan disiplin, seperti halnya ketika hendak berkurban dengan mengumpulkan uang yang cukup sehingga anak kelak akan memiliki pribadi yang lebih mandiri.

            Memaknai ibadah kurban dengan diawali menceritakan sejarah kurban kepada anak. Dengan anak mengetahui akar sejarah berikut nilai positifnya berupa ketaatan kepada perintah Allah dan berbagai hikmah yang sangat baik dalam membentuk karakter baik pada anak. Mengajarkan anak untuk taat beribadah dan mengenal rangkaian Idul Adha serta mengambil hikmah yang ada di dalamnya.

            Ibadah kurban juga mengajarkan kepedulian soasial terhadap sesama. Sebuah nilai yang penting untuk diajarkan kepada anak di tengah-tengah gempuran maraknya gawai dengan media sosial yang mengikis interaksi sosial di dunia nyata. Kurban bisa meluaskan pandangan anak tentang lingkungan sekitar. Menumbuhkan kesadaran anak akan pentingnya sosialisasi dalam kehidupan sehari-hari dan pentingnya berbagi dapat kita ajarkan melalui kegiatan kurban. Sehingga anak akan memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitarnya.

            Kurban juga mengajarkan kepada anak untuk berbagi kebahagiaan. Dengan berbagi hewan kurban kepada orang-orang yang berhak untuk menerima hewan kurban (mustahiq) mengajarkan kepada anak berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Hal ini akan memperkuat karakter anak untuk membuat bahagia orang-orang di sekitarnya.

Kurban juga mengajarkan agar manusia tidak memiliki sifat sombong, memiliki derajat yang sama di hadapan Allah. Mengajarkan anak untuk tidak menyombongkan diri karena sudah mampu berkurban. Tanamkan dalam jiwa anak bahwa berkurban untuk ibadah semata kepada Allah, bukan untuk ajang pamer harta atau kekayaan. Kurban adalah wujud ketaatan kepada perintah Allah.

            Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa karakter anak dapat ditanamkan melalui rangkaian Idul Adha dengan ibadah kurban di dalamnya. Ketika anak memiliki karakter yang baik, maka ini menjadi modal yang penting sebagai pemimpin yang mampu mengemban amanah memajukan bangsa dan negara.